Paket Persiapan Architecture Commit

Tujuan: versi Bahasa Indonesia dari ringkasan meeting-ready untuk peran **Architecture Commit**.

Ringkasan 1 Halaman

Program ini sedang menyelaraskan **Lumen Vision / OneVision** sebagai permukaan utama untuk workflow, orkestrasi, planning, task visibility, migrasi SiteTracker/Netbuild/Armor, grooms, field work, reporting, dan otomasi berbasis AI.

Ini bukan proyek mengganti semua sistem dengan satu tools. Arsitekturnya adalah transformasi bertahap lintas:

  • order management,
  • service delivery,
  • planning,
  • inventory,
  • procurement,
  • field work,
  • reporting,
  • AI-assisted workflow automation.

Pola arsitektur paling penting adalah **layered ownership**:

  • Sistem authoritative tetap tersebar.
  • Lumen Vision menjadi workflow/work surface yang terstruktur.
  • Kafka/CFKA menjadi event backbone dan traceability layer.
  • Data Hub dan reporting layer menjadi read-side visibility.
  • AI/ADO hanya aman jika source-of-truth, lineage, rollback, replay, dan auditability sudah jelas.

Scope Yang Direkomendasikan Untuk Commit

Commit sekarang:

  • Prinsip target architecture dan batas antar sistem.
  • Scope Release 1.
  • Canonical object glossary.
  • System-of-record / write-authority matrix.
  • Pola integrasi.
  • Kafka/CFKA traceability dan event contract expectation.
  • Batas migrasi SiteTracker / Project Helix.
  • Data-cleansing gate model.
  • Delivery-readiness requirements.

Jangan overcommit dulu:

  • Full BluePlanet write integration.
  • Fully agentic AI execution.
  • Penggantian semua tasking surface sekaligus.
  • Universal forecasting automation.
  • Migrasi semua BAU / legacy workflow dalam satu release.

Decision Matrix

AreaArah Saat IniKeputusan Yang DibutuhkanPosisi Yang Disarankan
Peran Lumen VisionWorkflow / orchestration surfaceApakah source of truth, orchestrator, work surface, atau kombinasi per object?Definisikan per object dan per workflow.
Order initiationLumen Vision terlihat sebagai decision point untuk RNIBerlaku untuk MVP saja atau semua workflow?Commit untuk MVP, sisanya roadmap.
Task presentationLV + Flight DeckSiapa pemilik task state dan completion?Definisikan lifecycle dan sync contract.
Workflow entityLV / Itential / FD belum jelasSistem mana yang menjalankan workflow?Gunakan delegated ownership per workflow pattern.
ReportingINID diasumsikan untuk RNI reportingTarget atau sementara?Perlakukan sebagai asumsi sampai divalidasi.
Data cleansePrasyarat di luar LVBagaimana direpresentasikan di LV?External gate / milestone yang auditable.
Kafka/CFKAEvent backboneHeader, ID, replay, DLQ?Jadikan traceability header sebagai blocker commit.
SiteTracker exitProject Helix pathLift/shift atau transform?Hybrid: migrasi aman deadline + transform terpisah.
BluePlanetTarget inventoryRelease 1 atau dependency?Dependency dulu sampai model object/data jelas.
SAP S/4HANAFunding, procurement, materialsObject/field mana yang integrasi dulu?Mulai dari BOM/material/funding.
AI/ADORoadmap capabilityRecommendation atau action?Human-approved action sampai governance matang.

Pertanyaan Utama

  1. Apa yang sebenarnya perlu disetujui di architecture commit?
  2. Workflow mana yang masuk Release 1?
  3. Untuk setiap object utama, sistem mana yang create, update, read, dan own lifecycle?
  4. Apa canonical object model untuk project, order, service order, network order, task, site, route, BOM, permit, milestone?
  5. Integrasi mana yang event-based, API, embedded UI, read-only, atau sementara manual/flat-file?
  6. Traceability header apa yang wajib across Salesforce, BlueSteel/SOM, Lumen Vision, BPI, Kafka, BluePlanet, dan reporting?
  7. Bagaimana cutover untuk new, in-flight, historical SiteTracker/Netbuild/Armor work?
  8. Status data-cleansing apa yang harus diketahui sebelum network work boleh mulai?
  9. AI/ADO capability mana yang bergantung pada lineage, rollback, replay, auditability?
  10. Environment, UAT gate, rollback/replay, dan observability apa yang wajib sebelum production cutover?

Talking Points

  • “Commit ini sebaiknya object-boundary first, bukan tool-first.”
  • “Lumen Vision bisa jadi work surface tanpa otomatis memiliki semua object.”
  • “Kafka 2.0 headers dan traceability adalah shared architecture, bukan detail implementasi kecil.”
  • “Untuk SiteTracker exit, pisahkan deadline-driven migration dari future-state transformation.”
  • “AI roadmap bergantung pada trusted operational data. Jangan commit agentic execution sebelum lineage, auditability, rollback, replay, dan human approval boundary jelas.”
  • “Date ownership perlu dibahas sebagai arsitektur, bukan UI detail.”

Risiko Utama

RisikoDampakMitigasi
Tool-first architectureOwnership kaburGunakan object/system-of-record matrix
Integration enabler tersembunyiKafka headers, CDC, replay, DLQ bisa memblok deliveryTrack sebagai backlog item
SiteTracker scope creepMigrasi deadline berubah jadi redesign besarFreeze migration boundary
AI overcommitmentBad data menjadi bad actionHuman-supervised sampai governance siap
Date inconsistencyForecasting/reporting kacauDefinisikan canonical date model
Task ambiguitySwivel-chair tetap terjadiDefinisikan task lifecycle/write-back

Stance Yang Disarankan

Dukung Lumen Vision sebagai structured workflow dan orchestration surface untuk scope Release 1 yang disepakati. Tetapi dorong batas sistem yang presisi: object ownership, integration contracts, release sequencing, traceability, data-cleansing gate, migration boundary, dan human-supervised AI.